Shop now to get your free shipping offer. SHOP NOW

Mengaku Khilaf Ikut EJJ 600 Km, Vee Gusti Gagal Finis Karena Kendala Teknis

Mengaku Khilaf Ikut EJJ 600 Km, Vee Gusti Gagal Finis Karena Kendala Teknis

Kehadiran Vee Gusti sebagai salah satu peserta East Java Journey 2024 kategori 600 km bisa dibilang kejutan. Pasalnya cyclist asal Jakarta itu lebih sering ikut balapan daripada ikut ultra cycling. 


Satu-satunya gowes jarak jauh yang pernah dicobanya ialah Journey to TGX 2023 silam. Itupun dia sudah sambat tidak keruan begitu sampai finis lantaran baru pertama kali menjajal cyclo touring. 


Ternyata Vee belum kapok. Buktinya ia berpartisipasi kembali dalam ultra cycling yang digagas mainsepeda. Dengan jarak yang lebih jauh lagi pula. 


“Khilaf banget. Nggak ada modal apa-apa. Nekat doang,” ucapnya saat mengobrol santai dengan SUB Jersey. 


Juara ITT Master Asian Championships 2023 itu mengaku ditawari oleh founder mainsepeda Azrul Ananda untuk ikut EJJ saat AASoS Malaysia Training Camp beberapa waktu lalu. Padahal ia sebelumnya sama sekali tidak ada pikiran untuk ikutan EJJ. 

 

Mengaku Khilaf Ikut EJJ 600 Km, Vee Gusti Bertekad Finis Under COT


Setelah mengiyakan tawaran itu, Vee mengaku tidak benar-benar melakukan persiapan. Bahkan sepeda, tas, hingga seluruh perbekalannya untuk EJJ disiapkan oleh timnya. Lagi-lagi Vee menekankan kalau dirinya hanya modal nekat saja. 


“Saya nggak pernah kepikiran jadi cyclist ultra. Saya bukan tipikal cyclist yang sabar, bisa tidur sembarangan, atau gowes gelap-gelapan. Tidak. Tapi kalau balapan, ayo, saja,” tuturnya.


Dan benar saja. Baru hari pertama EJJ kategori 600 km berlangsung, Vee sudah ingin menyerah. Apalagi menghadapi tanjakan menuju check point 1 di Istana Gebang, Blitar yang seolah tiada habisnya. 


Dalam video yang dibagikannya di Instagram Story kemarin Jumat, 1 Maret, ia memilih nuntun sepedanya. “Kenapa gua rajin ngegym dan latihan strength? Persiapan buat dorong sepeda, bukan naikin sepeda,” candanya. 


Meski sambil terus mengomel, toh, akhirnya Vee sampai juga di CP 1. Ia memilih untuk tidur sambil memulihkan tenaga. Baru lanjut kembali pada Sabtu subuh ini. 


“Saya harus selesaikan apa  yang sudah saya jalani. Saya nggak ada strategi. Pokoknya saya mau gowes, nggak lihat atau merasakan yang aneh-aneh. Aman dan selamat under COT,” tegasnya.

Akan tetapi ia mendapat musibah saat segmen gravel. Crank arm sepedanya patah. Kendala itu akhirnya membuat Vee tidak mampu melanjutkan EJJ 2024. Ia pun memilih DNF.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please note, comments must be approved before they are published